Kamis, 07 Februari 2013
Senin, 05 November 2012
GRAND STRATEGI AGAR KOPERASI & UKM BISA GO INTERNASIONAL
Adapun grand
strategi agar UKM bisa GO INTERNASIONAL
Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
Perlindungan Usaha
Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).
Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).
Pengembangan Kemitraan
Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Selain itu, juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian, UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Selain itu, juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian, UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pelatihan
Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Selain itu, juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Selain itu, juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
Membentuk Lembaga Khusus
Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM.
Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM.
Memantapkan Asosiasi
Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
Mengembangkan Promosi
Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu, perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu, perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
Mengembangkan Kerjasama yang Setara
Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
Mengembangkan Sarana dan Prasarana
Perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut. ( Galeriukm).
Perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut. ( Galeriukm).
SEDANGKAN GRAND STRATEGI YANG DI BUTUHKAN KOPERASI
Meningkatkan capacity building
Capacity
building di
koperasi merupakan sebuah keharusan, terutama dalam pengembangan teknologi,
sistem operasi organisasi dan instrument organisasi serta—yang terpenting
ialah—bagaimana koperasi bisa mengembangkan sumber daya manusia yang tersedia.
Perhatian terhadap ketiga faktor ini harus menjadi fokus utama koperasi untuk
mampu bersaing dengan alternatif bentuk institusi ekonomi lain. Ketiga hal ini
akan menjadi pilar yang kokoh bagi koperasi untuk bisa terus mengembangkan
sayap-sayap bisnis yang bisa dijalankan koperasi dengan tetap berusaha
berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas serta anggota
koperasi itu sendiri.
Memiliki database koperasi yang komprehensif
Melihat
jauh tertinggalnya koperasi dibandingkan institusi ekonomi lainnya, rasanya
sudah waktunya bagi pemerintah, dalam hal ini Kemenkop dan UKM, memiliki database lengkap dengan detail yang dimiliki.
Misalnya, jumlah koperasi produsen menurut komoditi, daerah, bentuk, serta
orientasi pasar seperti yang dilakukan oleh FAO untuk data pertanian dunia dan
perbankan nasional untuk data debitur. Hal ini tentunya jelas sangat berguna
karena informasi yang didapatkan jika dimanfaatkan dan diolah dengan baik dapat
memberikan manfaat bagi perkembangan koperasi di masa yang akan datang.
Membuat
standar manajemen tata kelola dan strategi umum koperasi
Dengan
tata kelola yang baik serta strategi umum yang biasa digunakan oleh korporat
swasta, maka sedikit banyaknya koperasi dapat mengejar ketertinggalan dalam
proses operasi yang dilakukan selama ini. Apalagi jika koperasi dapat
menerapkan teknologi jaringan informasi yang banyak dilakukan oleh swasta, hal
ini akan sangat mengangkat kinerja dan produktifitas bisnis dari koperasi
Indonesia.
Senin, 22 Oktober 2012
Faktor apa yang di butuhkan koperasi dan usaha kecil menengah untuk berkembang
Perkembangan usaha koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) merupakan suatu ukuran untuk menjadikan badan
usaha menjadi besar dan maju karena mengaju kepada tujuan untuk memenuhi kesejahteraan anggota dan mengembangkan usahanya.
Partisipasi Angggota
Solidaritas Antar Anggota Koperasi
Perkembangan Modal
Ketrampilan Manajerial
Jaringan Pasar
Produk
Sistem prasarana, pelayanan, pendidikan dan penyuluhan.
Segmentasi
Tingkat harga
Komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi dan UKM sebagai soko guru nasional
Sangat penting
bagi koperasi dan UKM untuk mengetahui dan memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangannya. Dan apabila dapat mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembngan nya maka koperasi dan UKM dapat membenahi
diri untik selalu meningkatkan kualitas dan kinerjanya dengan baik agar dapat berkembang serta menjalankan fungsi dan perannya dalam
menciptakan kemakmuran.
Adapun faktor faktornya
Partisipasi Angggota
Partisipasi merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan atau
perkembangan suatu organisasi. Melalui partisipasi segala aspek yang
berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pencapaian tujuan direalisasikan.
Solidaritas Antar Anggota Koperasi
Karena dengan ikatan ekonomi, ikatan solidaritas bisa dibangun secara lebih
kongkrit. Ikatan solidaritas ini pada kenyataannya juga bisa dikembangkan
untuk meraih tujuan gerakan yang lebih besar.
Perkembangan Modal
Perkembangan modal sangat mempengaruhi perkembangan usaha
koperasi karena dengan modal yang cukup besar dapat mengembangkan
usahanya yang lebih banyak lagi.
Ketrampilan Manajerial
Ketrampilan
manajerial di koperasi sangat penting karena organisasi yang baik adalah
organisasi yang memiliki manajemen yang baik koperasi tidak akan berkembang
tanpa fungsi pengaturan yang terarah. Dan dalam perencanaan program kerja
koperasi dan UKM harus mampu diterjemahkan oleh tim manajemen berdasarkan kesepakatan
di dalam rapat anggota tahunan (RAT).
Jaringan Pasar
Jaringan pasar merupakan suatu tempat untuk mencari pangsa pasar yang lebih
luas agar dapat memperoleh kentungan yang lebih besar. Bahwa Pelayanan koperasi dan UKM umumnya terfokus pada internal yang belum terbentuk jaringan.
Produk
Produk yang ditawarkan oleh suatu haruslah produk yang berkualitas dan mampu bersaing dengan produk lain, dengan
demikian konsumen pun akan merasa terpuaskan akan product yang ditawarkan oleh
koperasi tersebut.
Sistem prasarana, pelayanan, pendidikan dan penyuluhan.
Pengetahuan anggota koperasi dan UKM terhadap makna dan hakekat belum sepenuhnya dapat
dikatakan baik. Pelatihan dan penyuluhan anggota untuk meningkatkan kualitas
sumber daya insani anggota, meningkatkan kemampuan manajerial. Kualitas dan ketrampilan yang dimiliki
anggota koperasi dan UKM itu sangat penting. Karena dengan meningkatkan ketrampilan
dapat menghasilkan produk yang berdaya saing dan dapat memajukan koperasi.
Segmentasi
segmentasi utama dari repositioning koperasi
adalah industry, baik di Indonesia maupun dimanca negara. Konsumen jenis ini
disebut Industrial customers, yaitu konsumen institusi yang membeli untuk
menghasikan sesuatu, terutama untuk produk konsumsi, yaitu barang kebutuhan
sehari-hari.
Tingkat harga
Tingkat harga yang selalu berubah (naik) menyebabkan pendapatan penjualan
sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan
usaha. . Berbagai kendala dan tantangan tersebut menyebabkan koperasi belum
mampu berfungsi dan berperan sesuai harapan.
Komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi dan UKM sebagai soko guru nasional
Hal
ini ditunjukan dengan di kuasainya sebagian besar asset usaha oleh sebagian
kelompok kecil dan kelompok usaha besar. Jadi dengan adanya kebijakan
pemerintah disini masih dapat perhatian yang kecil.
Rabu, 17 Oktober 2012
Kenapa Koperasi Indonesia Maju Tidak Mundur Tidak
Koperasi
merupakan badan usaha bersama yang bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan
yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh
koperasi seperti efisiensi biaya serta dari peningkatan economies of scale
jelas menjadikan koperasi sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat
prospekrif di Indonesia. Namun, sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika
ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang
di Indonesia. Koperasi bagaikan mati suri dalam 15 tahun terakhir. Ini karena mengalami masalah dalam hal manajemen
dan sumber daya manusia. Sejumlah koperasi tidak memiliki sumber daya manusia
yang mampu mengelola koperasi dengan baik. Misalnya Permodalannya juga sering
belum mencukupi. Di sisi lain, produk-produk tersebut seringkali tidak bisa
bersaing dengan produk industri. Terkait kesejahteraan anggota koperasi
yang relatif rendah, hal itu disebabkan belum adanya sistem pengelolaan
sisa hasil usaha yang baik. Meski demikian beberapa koperasi sudah berhasil dan
menyejahterakan anggota, sekaligus menguatkan perekonomian nasional.
Hal-hal yang perlu di
perhatikan :
- Kurangnya Partisipasi Anggota Bagaimana mereka bisa berpartisipasi lebih kalau mengerti saja tidak mengenai apa itu koperasi.
- Sosialisasi Koperasi Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal.
- Manajemen Manajemen koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha.
- Permodalan Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. Kendala modal itu bisa jadi karena kurang adanya dukungan modal yang kuat dan dalam atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal dan sumber koperasi itu sendiri.
- Sumber Daya Manusia Banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak profesional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha lainnya.
- Kurangnya Kesadaran Masyarakat koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah.
- Pemanjaan Koperasi” Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju.
- Demokrasi ekonomi yang kurang Dalam arti kata demokrasi ekonomi yang kurang ini dapat diartikan bahwa masih ada banyak koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya.
Secara umum
permasalahan yang dihadapi koperasi dapat di kelompokan terhadap 2 masalah.
Yaitu :
Permaslahan Internal
- Jumlah anggota yang semakin lama semakin berkurang.
- Pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan anggota pengurusnya masih belum memadai.
- Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi.
- Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan.
Permasalahan
eksternal
- Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi.
- Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.
- Banyaknya badan usaha lain yang bergerak pada bidang usaha yang sama dengan koperasi.
BEDANYA KOPERASI DENGAN KOPERASI KREDIT(CREDIT UNION)
KOPERASI
Secara Definisi Koperasi adalah organisasi
bisnis yang dimiliki dan dioperasikan
oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan
berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh
anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap
keputusan yang diambil koperasi.
Prinsip Koperasi
Prinsip koperasi
adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan
petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Di Indonesia sendiri telah
dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang
Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
- Keanggotaan
bersifat sukarela dan terbuka
- Pengelolaan
dilakukan secara demokrasi
- Pembagian
SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
- Pemberian
balas jasa yang terbatas terhadap modal
- Kemandirian
- Pendidikan perkoperasian
- Kerjasama antar koperasi
Fungsi dan peran koperasi Indonesia
Menurut
Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki
fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan
ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh
perekonomian rakyat, mengembangkan
perekonomian nasional, serta mengembangkan
kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
Pengurus
Pengurus
koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.
Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota
Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya
terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri
tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang
bersangkutan.
KOPERASI
KREDIT (CREDIT UNION)
adalah koperasi yang mempunyai usaha tunggal, yakni simpan-pinjam sebagai usaha atau bisnis utamanya. Koperasi kredit ini biasanya muncul atas prakarsa dan mufakat sekelompok orang yang merasa mempunyai kesamaan kebutuhan dan kepentingan untuk menggerakkan suatu modal bersama, terutama yang berasal dari simpanan untuk dipinjamkan diantara sesama mereka, dengan tingkat bunga yang memadai sesuai dengan kesepakatan bersama.
adalah koperasi yang mempunyai usaha tunggal, yakni simpan-pinjam sebagai usaha atau bisnis utamanya. Koperasi kredit ini biasanya muncul atas prakarsa dan mufakat sekelompok orang yang merasa mempunyai kesamaan kebutuhan dan kepentingan untuk menggerakkan suatu modal bersama, terutama yang berasal dari simpanan untuk dipinjamkan diantara sesama mereka, dengan tingkat bunga yang memadai sesuai dengan kesepakatan bersama.
Koperasi credit union
memiliki tiga prinsip utama yaitu:
- asas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya)
- asas setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada
anggota), dan
- asas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah
yang utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman)
Ciri-ciri Koperasi Kredit union
Disini kita sangat dapat merasakan bahwa koperasi
berbeda dengan badan usaha lainnya. Tidak seperti badan usaha lain, koperasi
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
- Koperasi merupakan kumpulan orang-orang, dan bukan kumpulan modal. Ini berbeda dengan badan usaha yang lainnya. Bentuk usaha lainnya yang lebih dipentingkan adalah modal. Dalam koperasi yang lebih utama adalah orangnya. Maka, setiap anggota dianggap penting dalam koperasi.
- Kedudukan anggota dalam koperasi sederajat atau setara (sama tinggi). Tidak ada anggota koperasi yang lebih tinggi. Sebaliknya, tidak ada juga anggota kopearsi yang lebih rendah. Dengan kesetaraan keanggotaan seperti ini setiap anggota koperasi mendapatkan perlakuan yang sama. Mereka bekerja bersama-sama dan melakukan tugas masing-masing dengan hak yang sama.
- Semua kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas kesadaran para anggotanya, bukan karena adanya dorongan dengan terpaksa. Kesadaran ini akan muncul dari dalam hati setiap anggota karena mereka merasakan sendiri keuntungan yang diperoleh dari koperasi.
- Tujuan Koperasi Indonesia benar-benar merupakan kepentingan bersama para anggotanya.Tujuannya meningkatkan kemakmuran para anggotanya.
KESIMPULAN:
Koperasi adalah lembaga
yang didirikan oleh dan di opeasikan demi kepentingan bersama,adapun fungsi dan
peran koperasi dengan credit union itu sama adalah untuk mengembangkan potensi
dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas
kehidupan manusia, dan memperkokoh perekonomian
Selasa, 01 Mei 2012
APBN
Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN),
adalah rencana keuangan
tahunan pemerintahan negara Indonesia
yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi
daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran
negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan
APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Fungsi dari APBN
APBN
mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan
stabilisasi. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi
kewajiban negara dalam suatu tahun anggaran harus dimasukkan dalam APBN.
Surplus penerimaan negara dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara
tahun anggaran berikutnya.
Ø
Fungsi
otorisasi
mengandung
arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan
belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian, pembelanjaan atau
pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
Ø
Fungsi
perencanaan
mengandung
arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan
kegiatan pada tahun tersebut. Bila suatu pembelanjaan telah direncanakan sebelumnya,
maka negara dapat membuat rencana-rencana untuk medukung pembelanjaan tersebut.
Misalnya, telah direncanakan dan dianggarkan akan membangun proyek pembangunan
jalan dengan nilai sekian miliar. Maka, pemerintah dapat mengambil tindakan
untuk mempersiapkan proyek tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.
Ø
Fungsi
pengawasan
berarti
anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan
penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian akan mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah
menggunakan uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak.
Ø
Fungsi
alokasi
APBN
dapat digunakan untuk mengatur alokasi dana dari seluruh pendapatan negara
kepada pos-pos belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa-jasa publik,
serta pembiayaan pembangunan lainnya.
Ø
Fungsi
distribusi
bertujuan
untuk menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antar wilayah, kelas
sosial maupun sektoral. APBN selain digunakan untuk kepentingan umum yaitu
untuk pembangunan dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, juga disalurkan
kembali kepada masyarakat dalam bentuk subsidi, bea siswa, dan dana pensiun.
Subsidi, bea siswa, dan dana pensiun merupakan bentuk dari transfer payment.
Transfer payment adalah pengalihan pembiayaan dari satu sektor ke sektor yang
lain
Ø
Fungsi
stabilisasi
APBN
merupakan salah satu instrumen bagi pengendalian stabilitas perekonomian negara
di bidang fiskal. Misalnya jika terjadi ketidakseimbangan yang sangat ekstrem
maka pemerintah dapat melakukan intervensi melalui anggaran untuk mengembalikan
pada keadaan normal.
Tujuan
APBN
Sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran Negara
dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi,member
kesempatan kerja,dan menumbuhkan perekonomian untuk mencapai kemakmuran
masyarakat.
Peran
dari APBN
- APBN
Sebagai Alat Mobilisasi Dana Investasi
Sumber dana investasi beasal dari
tabungan (saving). Sumber dana investasi swasata (perusahaan) berasal dari
tabungan masyarakat yang terhimpun pada lembaga keuangan bank. Sedangkan sumber
dana invstasi pemerintah berasal dari tabungan pemerintah. Tabungan pemerintah
terbentuk dari sisa penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin.
2. APBN sebagai Alat
Stabilisasi Ekonomi
Pemerintah menentukan beberapa kebijaksanaan di bidang anggaran belanja
dengan tujuan mempertahankan stabilitas proses pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi.
Struktur dan susunan APBN
A. Pendapatan Negara
dan Hibah
Ø Penerimaan
Pajak
Ø Penerimaan
Bukan Pajak (PNBK)
B. Belanja Negara
Ø Belanja
pemerintah pusat
Ø Anggaran
Belanja untuk Daerah
C. Keseimbangan
Primer Perbedaan Statistik
D. Surplus/ Defisit
Anggaran
E. Pembiayaan
Langganan:
Postingan (Atom)
